10 FAKTA TENTANG GUNUNG AGUNG BALI

FaktaLeaks - Gunung Agung Bali merupakan gunung tertinggi kelima di Indonesia yang menawarkan sejuta pesona keindahan alam. Siapapun yang pernah berkunjung ke Bali pasti pernah melihat puncaknya yang menjulang tinggi diantara hamparan sawah dan perkampungan. Dibalik keindahannya itu, ternyata Gunung Agung juga menyimpan misteri tersembunyi dan catatan sejarah masa lalu yang kelam. Dilansir dari berbagai sumber, Berikut ini adalah 10 Fakta Tentang Gunung Agung Bali. 



1. LETAK GUNUNG AGUNG
Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian mencapai 3.031 mdpl. Gunung ini terletak di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia. 

2. BENTUK GUNUNG AGUNG
foto gunung agung bali
photo credit: barracuda-x.blogspot.com
Gunung Agung adalah gunung berapi aktif tipe stratovolcano, gunung ini memiliki kawah yang sangat besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan uap air. Dari Pura Besakih, gunung ini terlihat berbentuk kerucut runcing sempurna, tetapi sebenarnya puncak gunung ini memanjang dengan kawah yang melingkar dan lebar.

3. PEMANDANGAN DARI PUNCAK GUNUNG AGUNG
foto gunung agung bali
photo credit: atlantida.ru
Dari sebelah timur puncak Gunung Agung kita dapat melihat puncak Gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok walaupun kadang tertutup awan. Disebelah selatan nampak jelas Pulau Nusa Penida dengan hamparan pantainya yang indah. Dibagian barat laut kita bisa melihat pemandangan pantai Sanur serta gunung dan danau Batur.



4. MITOS & MISTERI GUNUNG AGUNG
foto gunung agung bali
photo credit: serunik.com
Masyarakat Hindu Bali percaya bahwa Gunung Agung adalah tempat bersemayamnya Batara Mahadewa atau Hyang Tolangkir (dewa dalam kepercayaan umat Hindu). Masyarakat percaya bahwa di gunung ini terdapat istana dewata, oleh karena itu mereka menjadikan tempat ini sebagai tempat kramat yang disucikan. Gunung Agung juga disebut-sebut sebagai replika dari Gunung Meru, yaitu poros tengah alam semesta. Satu legenda mengatakan bahwa gunung itu adalah fragmen Meru yang dibawa ke Bali oleh seorang tokoh Hindu pertama.

5. SEJARAH MELETUSNYA GUNUNG AGUNG
Menurut beberapa catatan sejarah menyebutkan Gunung Agung meletus sebanyak 4 kali, yaitu pada:

  • Tahun 1808, memuntahkan batu dan abu vulkanik dengan jumlah yang sangat banyak.
  • Tahun 1821, terjadi letusan disertai awan panas.
  • Tahun 1843, letusan diawali dengan gempa bumi. Material yang dimuntahkan berupa abu, pasir, dan batu.
  • Tahun 1963, memuntahkan material berupa awan panas, abu, pasir, batu dan lahar dingin.

6. KARAKTER LETUSAN GUNUNG AGUNG
Pola dan sebaran material letusan Gunung Agung pada tahun 1808, 1821, 1843, dan 1963 menunjukkan tipe letusan yang hampir sama, diantaranya adalah bersifat explosive (letusan, dengan melontarkan material batuan pijar, lava, piroklastik dan abu), dan efusif berupa aliran awan panas, dan aliran lava (Sutikno B., 1996).

7. KRONOLOGI GUNUNG AGUNG MELETUS TAHUN 1963 - 1964

  • 18 Februari 1963, penduduk setempat mendengar letusan keras dan melihat awan naik dari kawah Gunung Agung. -24 Februari, lahar mulai mengalir menuruni lereng utara gunung dan meluncur sejauh 7 kilometer selama 20 hari.
  • 17 Maret, Gunung Agung Meletus dengan tingkat kekuatan mencapai VEI-5 (Volcanic Explosivity Index). Letusan itu memuntahkan material setinggi 8 sampai 10 kilometer ke udara dan menghasilkan Aliran piroklastik sangat besar yang menghancurkan desa-desa dan menewaskan sekitar 1500 orang. Hujan lebat yang terjadi setelah letusan, menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin dan menewaskan 200 orang.
  • 16 Mei, Letusan kedua Gunung Agung, menyebabkan 200 orang tewas akibat diterjang Aliran piroklastik.



8. PERIODE LETUSAN GUNUNG AGUNG BALI
Dari 4 kali peristiwa Gunung Agung meletus dimasa lalu, periode “istirahat” diketahui yang tercepat adalah selama 16 tahun dan yang terpanjang selama 120 tahun.

9. AKTIVITAS SEISMIK GUNUNG AGUNG TAHUN 2017
foto gunung agung bali
photo credit: geospasial.bnpb.go.id
Pada bulan September 2017 terjadi peningkatan aktivitas seismik di sekitar Gunung Agung, tercatat ada 844 gempa vulkanik yang berhasil terekam. Pemerintah kemudian menaikkan statusnya ke tingkat Waspada dan sekitar 50.000 orang yang tinggal di lereng gunung diminta untuk mengungsi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan zona eksklusif berada pada radius 12 kilometer. 

10. JALUR PENDAKIAN DI GUNUNG AGUNG
foto gunung agung bali
photo credit: travel.tribunnews.com
Ada 3 alternatif rute menuju ke Puncak Gunung Agung, yaitu:

  • Jalur selatan, Dari kecamatan Selat kabupaten Karangasem dengan basecamp di Pura Pasar Agung lewat pasar Selat.
  • Jalur Tenggara, Dimulai dari Budakeling lewat nangka.
  • Jalur Barat Daya, Adalah jalur yang paling umum digunakan oleh para pendaki yaitu dari Pura Besakih kecamatan Rendang, kabupaten Karangasem.

Mengingat seringnya terjadi musibah yang menimpah Pendaki Gunung, maka sejak bulan Mei 2009, pemerintah setempat telah menetapkan aturan bagi para Pendaki harus menggunakan jasa pemandu atau guide dengan tarif yang telah ditentukan.

0 Response to "10 FAKTA TENTANG GUNUNG AGUNG BALI"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel