Sunday, April 30, 2017

10 ILMUWAN TERKENAL DI DUNIA YANG HASIL KARYANYA TIDAK DIHARGAI

FaktaLeaks - Ketika kekuasaan mulai berlaku tidak adil dan diskriminasi, maka tidak ada satupun yang bisa lolos darinya, termasuk dalam bidang Ilmu Pengetahuan sekalipun. Hal ini terbukti pada abad ke-19 dan ke-20 ada begitu banyak penemuan-penemuan spektakuler dari para ilmuwan berbakat tapi tidak semua ilmuwan mendapatkan pengakuan dan penghargaan yang pantas atas hasil karyanya. Berikut ini adalah 10 Ilmuwan Terkenal Di Dunia Yang Hasil Karyanya Tidak Dihargai sampai akhir hayat mereka.




10. ARTHUR EICHENGRUN
ARTHUR EICHENGRUN
Arthur Eichengrun
Arthur Eichengrun adalah Ahli Kimia kelahiran Jerman dan seorang penemu yang terkenal dengan formulasi obat Anti Gonore atau yang dikenal sebagai Protargol sebelum munculnya obat Antibiotik. Arthur Eichengrun menyelesaikan pendidikan Ilmu Kimia di Rhein Westfalen Aachen University, ia menerima gelar Doktor pada tahun 1890, kemudian bergabung dengan sebuah perusahaan farmasi dimana di perusahaan itu dia kelak menemukan Protargol yang secara umum digunakan sebagai obat Sulfa.

Pada usia 41 dia mendirikan perusahaan farmasi dengan nama Cellon Werke di ibukota Jerman. Pada bulan Mei 1944, Arthur ditangkap dan dikirim ke sebuah Kamp Konsentrasi oleh Nazi setelah dianggap ada masalah dengan perusahaan farmasinya

9. ROSALIND ELSIE FRANKLIN
ROSALIND ELSIE FRANKLIN
Rosalind Elsie Franklin
Rosalind Elsie Franklin adalah seorang ahli kimia kelahiran Inggris. Dia menghabiskan seluruh karir akademisnya dalam bidang kimia untuk mendalami struktur karbon yang kompleks. Pada tahun 1941, dia bergabung dengan University of Cambridge, dimana dia dianugerahi gelar sarjana kimia. Di sini dia bekerja bersama Ronald Norrish (penerima Nobel 1967). Selain itu Franklin juga pernah mengajar selama tiga tahun di King's College London tahun 1950.

Ada beberapa hasil karya Rosalind Elsie Franklin yang cukup terkenal yaitu mengenai Batubara, Grafit Dan Virus, namun penemuan terbesarnya soal Struktur Molekul DNA tidak pernah mendapat apresiasi selama masa hidupnya. Ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Crick and Watson telah menggunakan data eksperimen Franklin yang membuat mereka dianugerahkan Nobel pada tahun 1962.

8. CHIEN-SHIUNG WU
CHIEN-SHIUNG WU
Chien-Shiung Wu
Terlahir pada 31 Mei 1912, Chien-Shiung Wu seorang Fisikawan keturunan China yang memiliki keahlian Teknik Fisika Eksperimental dan Radioaktif adalah contoh sempurna ketidakjelasan realitas di dunia sains. Setelah menyelesaikan studinya di Zhejiang University, dia terpilih mendapatkan beasiswa di University of Michigan tapi kemudian dia lebih memilih University of California. 

Wu pernah bekerja untuk Proyek Manhattan dalam membantu mengembangkan proses pemisahan Logam Uranium ke dalam Isotop U-235 dan U-238 dengan Difusi Gas. Dia kemudian melakukan eksperimen yang bertentangan dengan "Hukum Konservasi Paritas" (hypothetical law of conservation of parity), yang membuat hasil eksperimennya itu mendapat penolakan dari para ilmuwan di Amerika. Dia pun mendapat julukan kehormatan sebagai Chinese Madame Curie’ dan Queen of Nuclear Research.



7. ALFRED LOTHAR WEGNER
ALFRED LOTHAR WEGNER
Alfred Lothar Wegener
Alfred Lothar Wegener adalah ahli Geofisika dan Meteorologi Jerman yang sering melakukan ekspedisi ke kutup. Ia memperoleh gelar Doktor di bidang Astronomi pada tahun 1905. Tahun berikutnya ia berpartisipasi dalam ekspedisi ke Greenland. Alfred Wegner meninggal saat melakukan ekspedisi keempatnya di Greenland. 

Pada tahun 1922, dia mengemukakan teorinya tentang Continental Drift, yaitu teori yang menerangkan bahwa pada zaman 200 juta tahun yang lalu, semua benua pernah bersatu dalam daratan besar, kemudian benua itu terpisah sesuai dengan bukti-bukti ilmiah secara geomorfologis, geofisika, magnetis bumi, usia batuan dan oceanografi. Nampaknya teori ini tidak sepenuhnya diterima sampai pada tahun 1950an, ketika itu banyak teori lain seperti paleomagnetisme, menunjukkan bukti pergeseran benua pada masa lampau yang didasarkan pada teori Tektonik Plate modern.

baca juga: INILAH 10 RENCANA GILA PENGGUNAAN NUKLIR YANG TIDAK LAZIM

6. SATYENDRA NATH BOSE
Lahir pada tanggal 1 Januari 1894, di Benggala Barat, Satyendra Nath Bose adalah salah satu ilmuwan besar yang pernah dimiliki India. Dia mulai terkenal sejak menempuh pendidikan di Presidency College, di mana ia menerima gelar MSc. Bose bergabung dengan University of Calcutta saat melakukan studi ekstensif mengenai Teori Relativitas

Satyendra Nath Bose terkenal dengan penemuan statistik Bose-Einstein (Boson). Boson, dinamakan oleh Satyendra Nath Bose sebagai partikel-partikel yang membentuk keadaan kuantum komposit simetrik total, Boson juga satu-satunya partikel yang dapat menempati keadaan yang sama dengan lainnya 
SATYENDRA NATH BOSE
Satyendra Nath Bose
Pada tanggal 5 Juni 1995, Eric Cornell dan Carl Wieman dari University of Colorado memproduksi Kondensat Gas pertama yang membuat mereka menerima penghargaan Nobel Fisika tahun 2001 pada bidang kondensat Bose-Einstein tapi mereka tidak pernah mendedikasikan penghargaan itu kepada keluarga Satyendra Nath Bose.

5. SUSAN JOCELYN BELL BURNELL
SUSAN JOCELYN BELL BURNELL
Susan Jocelyn Bell Burnell
Susan Jocelyn Bell Burnell lahir di Irlandia Utara, dan lulus dari University of Glasgow. Saat mengajar di Cambridge University, dia juga menjabat sebagai Presiden di Royal Astronomical Society dari tahun 2002-2004. Pada tahun 1967, Jocelyn Bell Burnell bersama dengan Antony Hewish, seorang pembimbing tesisnya, secara tidak sengaja menemukan Pulsar Radio pertama di dunia. Saat itu mereka sedang mencari sumber radiasi radio di atmosfer. Pulsar Radio adalah bintang neutron yang berputar dan sangat magnetis yang memancarkan sinar radiasi elektromagnetik. 

Pada tahun 1974, Jocelyn Bell Burnell harus menerima kenyataan pahit setelah dia mendengar kabar bahwa Anthony Hewish dan Martin Ryle diumumkan sebagai pemenang Nobel atas penemuan Pulsar Radio tanpa melibatkan dirinya

4. NETTIE STEVENS
NETTIE STEVENS
Nettie Stevens
Nettie Stevens adalah seorang Ahli Genetika Amerika. Dia menerima gelar BA pada tahun 1899 dan Magister pada tahun 1900 dari Stanford University. Nettie Stevens bertanggung jawab atas penemuan dasar Kromosom Seks. Seks seseorang ditentukan oleh pasangan kromosom, X dan Y. Dia tidak pernah diberi Penghargaan Nobel atas kontribusinya yang luar biasa itu sampai akhir hayatnya. 

Seorang ilmuwan lain bernama Thomas Hunt Morgan pernah memposting sebuah artikel kontoversial di media Jurnal Science, dengan mengatakan bahwa Nettie Stevens lebih tepat disebut seorang teknisi daripada ilmuwan.



3. ESTHER MIRIAM ZIMMER LEDERBERG
Esther Miriam Zimmer Lederberg
Esther Miriam Zimmer Lederberg
Esther Miriam Zimmer Lederberg atau Esther Lederberg adalah seorang Ahli Mikrobiologi Amerika. Dia melanjutkan studi ke Hunter College, Stanford University dan University of Wisconsin. Keahlian Esther Lederberg lebih spesifik kepada Genetika Bakteri dan penemuannya yang paling menonjol adalah virus phage lambda, transfer gen antara bakteri dengan transduksi khusus dan penemuan faktor kesuburan bakteri F.

Walaupun dia seorang ilmuwan hebat namun pemerintah tetap memperlakukannya seperti warga sipil biasa, tidak ada perlakuan istimewa yang diberikan atas karya-karyanya, justru sepanjang hidupnya ia menghadapi banyak masalah diskriminasi gender . Esther meninggal pada usia 83 tahun di tahun 2006.

2. LISE MEITNER
LISE MEITNER
Lise Meitner
Tahun 1905, Lise Meitner menjadi wanita kedua yang mendapatkan gelar doktor dalam bidang fisika di Universitas Wina. Dia juga adalah Profesor Fisika Wanita Pertama di Universitas Berlin. Lise Meitner terlahir dari keturunan Yahudi kemudian pindah ke Agama Kristen pada tahun 1908. 

Selama tahun 1935 dia bersama Otto Hahn mengerjakan "Elemen Transuranium", yaitu sebuah percobaan yang berhasil menemukan Proses Pembelahan Nuklir Uranium dan Torium. Prestasi Meitner sangat diabaikan oleh Komite Pemberi Penghargaan Nobel. Dia dikeluarkan dari nominasi penerima Nobel, yang kemudian diterima oleh Otto Hahn pada tahun 1944. 

1. ALAN MATHISON TURING
Alan Mathison Turing
Alan Mathison Turing
Alan Mathison Turing, lahir pada tanggal 23 Juni 1912 di Inggris, merupakan pelopor ilmu komputer, matematika dan Kriptoanalisis. Turing menyelesaikan studinya di King's College Cambridge, dalam bidang matematika. Pada awal karirnya di Inggris, dia menjadi korban tindakan homoseksual yang kejam. Dia di keluarkan dari GCHQ “The Government Communications Headquarters” (organisasi intelijen dan keamanan Inggris).

Pada tanggal 8 Juni 1954 Turing ditemukan tewas di kamarnya. Selama Perang Dunia Kedua, Turing berperan penting dalam menyadap dan memecahkan kode pesan rahasia Nazi yang membantu Sekutu memenangkan pertempuran di Eropa. Beberapa pakar Kriptoanalisis mengatakan bahwa penemuan “Bombe” (mesin elektromaknetis pemecah kode Enigma) karya Alan Mathison Turing itu dipercaya telah mempersingkat waktu perang lebih dari dua tahun namun pernyataan itu disangkal oleh pihak militer sekutu.